| |

Learning by Doing

learning by doing 1

Tik..tok..tik..tok… bunyi benda yang biasanya memberitahu kita tentang pentingnya waktu. Apakah benda itu? Ya betul, benda itu adalah jam. Ada beraneka jenis jam yang ada di sekitar kita ada jam dinding, jam tangan, jam pasir baik yang analog maupun digital. Kali ini siswa kelas 4 SD Kristen Petra 13 belajar di rumah (learn from home). Kami belajar bersama dengan guru dan teman-teman kami melalui online learning mengenai besaran sudut jam.

learning by doing 2

Ada hal yang menarik loh, karena belajar  online kami pun belajar secara langsung dengan jam dinding yang ada di rumah kami. Papa dan mama menolong kami untuk mengambil jam dinding yang biasanya cukup tinggi letaknya. Pembelajaran semakin menarik karena kami bisa langsung belajar menggunakan alat-alat di sekitar rumah kami ya istilah kerennya sihlearning by doing”. Walaupun kami belajar secara online guru bisa menjelaskannya dengan baik sehingga kami lebih bisa menyerap ilmu mengenai besaran sudut jam ini.

learning by doing 3

Semangat Belajar Online

Semangat belajar Online 1

Dampak dari wabah virus Corona (COVID-19) juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Tepat sebulan sudah, kami siswa siswi SD Kristen Petra 13 melakukan aktivitas belajar mengajar dengan menggunakan sistem daring (terhubung melalui jejaring komputer dan internet). Walaupun rasanya sedih karena kami tidak bisa berjumpa dengan teman-teman sekelas serta bapak ibu guru secara langsung, kami senantiasa bersyukur, bahwa kerinduan kami masih bisa terobati melalui sistem belajar online ini.

Semangat belajar Online 2

Pembelajaran yang dilakukan secara online tidak menyurutkan semangat belajar kami lho. Hal ini terbukti saat pembelajaran online yang dilakukan oleh kelas II pada hari Jumat, 17 April 2020. Ibu guru kami menyediakan media belajar berupa jam yang diperlihatkan dan diterangkan secara jelas saat pembelajaran online. Tidak hanya itu, pemberian materi dengan menggunakan metode pembelajaran berupa kuis membuat kami lebih bersemangat lagi. Kami pun saling berlomba untuk bisa menjawab pertanyaan dari ibu guru; “Saya duluan bu…!” teriak salah seorang teman kami. Naaahhh, teman-teman, mari kita doakan agar wabah virus Corona ini segera pergi dari bumi kita. Tetap bersabar dan selalu jaga kesehatanmu ya, teman-teman. Tuhan Yesus memberkati.

Senangnya Belajar Bercocok Tanam

BERTANI_2.jpgBERTANI_4.jpgBERTANI_3.jpgBERTANI_1.jpg

Mengenalkan pertanian kepada anak agar peduli terhadap kekayaan alam dan lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan oleh siswa SD Kristen Petra 13 pada tanggal 14 Februari 2020, mengadakan field trip ke Kebun Puspa Lebo, Sidoarjo. Hari itu suasana riang gembira menghiasi wajah para siswa kelas dua. Kami berangkat pada jam 08.00 setelah melakukan Morning Devotion

Sesampainya di sana kami disambut dengan ramah oleh beberapa karyawan dari Puspa Lebo. Di sana kami diberi penjelasan mengenai berbagai fasilitas dan tanaman yang ada di area kebun Puspa Lebo. Setelah itu kami diajak untuk berkeliling ke kebun-kebun di lokasi tersebut. Kami diberi penyuluhan tentang cara menanam tanaman dengan baik. Setelah lelah berkeliling area kebun, kami beristirahat untuk bersantai sejenak melihat persawahan dengan menyantap makan siang yang sudah kami bawa. Sebelumnya, kami di sekolah juga sudah diajarkan untuk belajar menanam tanaman di area sekolah. Namun, lebih senang rasanya ketika kami berkunjung langsung ke kebun tempat berbagai macam tanaman dipelihara dan tumbuh dengan baik. Belajar tentang pertanian, ternyata seruuu loh!

Berkunjung ke Mpu Tantular

MUSEUM_4.jpgMUSEUM_1.jpgMUSEUM_3.jpgMUSEUM_2.jpg

Field Trip merupakan salah satu metode pembelajaran dengan cara mengajak siswa ke tempat objek tertentu di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini dapat menimbulkan kesan dan pengalaman yang baik bagi para siswa. Pada tanggal 13 Februari 2020 , siswa kelas 1 mengadakan field trip ke Museum Mpu Tantular yang berada di daerah Buduran, Sidoarjo. Sesampainya disana kami diajak untuk menonton video tentang macam-macam peninggalan sejarah di daerah Jawa Timur dan sekitarnya.

Setelah menonton video kami melihat barang-barang peninggalan zaman dahulu seperti uang kuno, fosil-fosil bintang dan peninggalan sejarah lainnya. Di museum ini kami juga bisa mencoba berbagai alat peraga science seperti cahaya, bunyi, gerak dan masih banyak lagi. Selain itu kami juga melihat baju-baju adat dari berbagai daerah. Mengunjungi Museum Mpu Tantular ini kami memiliki pengalaman dan pengetahuan baru. Wah…senang sekali rasanya field trip kali ini kami bisa belajar dengan melihat secara langsung peninggalan-peninggalan sejarah di Indonesia bersama dengan teman-teman dan guru kami.

Belajar Bisa Dimana Saja

BELAJAR_3.jpgBELAJAR_4.jpgBELAJAR_1.jpgBELAJAR_2.jpg

Banyak yang dipelajari siswa kelas 5 di SD Kristen Petra 13. Mulai dari Science, PPKn dan Matematika. Semua materi berpusat pada siswa sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam memahami materi dengan cara belajar diskusi, sosialisasi dan bereksperimen. Kadang mereka menjadi tidak fokus  dalam belajar di kelas, karena merasa bosan. Belajar tidak hanya dengan cara duduk di kelas melainkan bisa dimana saja, supaya siswa bisa lebih .

Contohnya pada pelajaran PPKn, secara berkelompok siswa bisa belajar dimana saja untuk bersama-sama berdiskusi mengenai hak-hak anak sesuai dengan UUD 1945 di Indonesia. Selain itu pada pembelajaran science mereka belajar tentang perpindahan panas dengan bereksperimen menggunakan lilin dan benda-benda yang sudah mereka siapkan. Setelah itu pada pembelajaran Matematika, mereka belajar mengenai bangun ruang dengan alat peraga. Dengan begitu, materi akan lebih tersampaikan dengan baik karena siswa merasa enjoy belajar dimana saja.

boost the values reap the success