| |

Senangnya Belajar Bercocok Tanam

BERTANI_2.jpgBERTANI_4.jpgBERTANI_3.jpgBERTANI_1.jpg

Mengenalkan pertanian kepada anak agar peduli terhadap kekayaan alam dan lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan oleh siswa SD Kristen Petra 13 pada tanggal 14 Februari 2020, mengadakan field trip ke Kebun Puspa Lebo, Sidoarjo. Hari itu suasana riang gembira menghiasi wajah para siswa kelas dua. Kami berangkat pada jam 08.00 setelah melakukan Morning Devotion

Sesampainya di sana kami disambut dengan ramah oleh beberapa karyawan dari Puspa Lebo. Di sana kami diberi penjelasan mengenai berbagai fasilitas dan tanaman yang ada di area kebun Puspa Lebo. Setelah itu kami diajak untuk berkeliling ke kebun-kebun di lokasi tersebut. Kami diberi penyuluhan tentang cara menanam tanaman dengan baik. Setelah lelah berkeliling area kebun, kami beristirahat untuk bersantai sejenak melihat persawahan dengan menyantap makan siang yang sudah kami bawa. Sebelumnya, kami di sekolah juga sudah diajarkan untuk belajar menanam tanaman di area sekolah. Namun, lebih senang rasanya ketika kami berkunjung langsung ke kebun tempat berbagai macam tanaman dipelihara dan tumbuh dengan baik. Belajar tentang pertanian, ternyata seruuu loh!

Berkunjung ke Mpu Tantular

MUSEUM_4.jpgMUSEUM_1.jpgMUSEUM_3.jpgMUSEUM_2.jpg

Field Trip merupakan salah satu metode pembelajaran dengan cara mengajak siswa ke tempat objek tertentu di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini dapat menimbulkan kesan dan pengalaman yang baik bagi para siswa. Pada tanggal 13 Februari 2020 , siswa kelas 1 mengadakan field trip ke Museum Mpu Tantular yang berada di daerah Buduran, Sidoarjo. Sesampainya disana kami diajak untuk menonton video tentang macam-macam peninggalan sejarah di daerah Jawa Timur dan sekitarnya.

Setelah menonton video kami melihat barang-barang peninggalan zaman dahulu seperti uang kuno, fosil-fosil bintang dan peninggalan sejarah lainnya. Di museum ini kami juga bisa mencoba berbagai alat peraga science seperti cahaya, bunyi, gerak dan masih banyak lagi. Selain itu kami juga melihat baju-baju adat dari berbagai daerah. Mengunjungi Museum Mpu Tantular ini kami memiliki pengalaman dan pengetahuan baru. Wah…senang sekali rasanya field trip kali ini kami bisa belajar dengan melihat secara langsung peninggalan-peninggalan sejarah di Indonesia bersama dengan teman-teman dan guru kami.

Belajar Bisa Dimana Saja

BELAJAR_3.jpgBELAJAR_4.jpgBELAJAR_1.jpgBELAJAR_2.jpg

Banyak yang dipelajari siswa kelas 5 di SD Kristen Petra 13. Mulai dari Science, PPKn dan Matematika. Semua materi berpusat pada siswa sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam memahami materi dengan cara belajar diskusi, sosialisasi dan bereksperimen. Kadang mereka menjadi tidak fokus  dalam belajar di kelas, karena merasa bosan. Belajar tidak hanya dengan cara duduk di kelas melainkan bisa dimana saja, supaya siswa bisa lebih .

Contohnya pada pelajaran PPKn, secara berkelompok siswa bisa belajar dimana saja untuk bersama-sama berdiskusi mengenai hak-hak anak sesuai dengan UUD 1945 di Indonesia. Selain itu pada pembelajaran science mereka belajar tentang perpindahan panas dengan bereksperimen menggunakan lilin dan benda-benda yang sudah mereka siapkan. Setelah itu pada pembelajaran Matematika, mereka belajar mengenai bangun ruang dengan alat peraga. Dengan begitu, materi akan lebih tersampaikan dengan baik karena siswa merasa enjoy belajar dimana saja.

Ekskur Math and Science

Siapa bilang pelajaran science adalah pelajaran yang sulit, membingungkan dan membosankan? Science justru pelajaran yang sangat mengasyikkan loh. Seperti yang dilakukan ekstrakurikuler ”Math and Science” kelas 3-4 di SD Kristen Petra 13. Pada ekstrakurikuler kali ini, mereka belajar tentang struktur tulang daun pada berbagai macam tanaman.

EKSKUR_2.jpgEKSKUR_1.jpgEKSKUR_3.jpgEKSKUR_4.jpg

Secara berkelompok, para siswa diajak untuk mengamati tulang daun yang berada di lingkungan sekolah. Ada yang mengamati di taman belakang sekolah, laboratorium alam dan taman-taman lainnya di sekitar sekolah. Tanaman yang diamati antara lain jambu, jeruk, mangga, sereh, sawo, cincau dan lain sebagainya. Mereka diberi tugas untuk menggambar struktur tulang daun dan membedakan jenis daun satu dengan lainnya. Setelah kegiatan tersebut selesai, mereka diberi pemantapan dan penjelasan kembali oleh guru mengenai jenis-jenis tulang daun. Waaaah…asyik sekali ya!

Let’s Count 1 to 40!

COUNT_1.jpgCOUNT_2.jpgCOUNT_4.jpgCOUNT_3.jpg

Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan merupakan salah satu upaya guru dalam menyampaikan suatu materi. Hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih mengerti materi yang diajarkan. Salah satu pembelajaran menarik yang dilakukan adalah count 1–40 di kelas I SD Kristen Petra 13.

Siswa diajak bermain dan memutar dadu untuk mendapatkan angka yang harus mereka hitung secara bergantian. Setiap gilirannya, mereka akan menambahkan sesuai dengan angka dadu yang keluar. … pemenangnya adalah siswa yang berhasil mengumpulkan berjumlah empat puluh terlebih dahulu. Melalui pembelajaran ini, siswa diajak untuk mengitung bilangan dari angka 1 sampai 40, menjumlahkan bilangan, serta mengerti puluhan dan satuan.

boost the values reap the success